Selama ini masyarakat lebih mengenal songket dari Palembang, padahal masih banyak songket dari daerah lain di Indonesia, misalnya: Aceh, Sumatera Utara, Padang, Palembang, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bali, Sumbawa, Kalimantan Barat (Sambas) dan Bugis. Melihat kain-kain tersebut seperti melihat kekayaan ragam budaya Indonesia.
Sarung dan selendang dari Pande Sikek, Minangkabau, hadir dalam warna dasar coklat, kuning, merah tua dengan motif ombak garis-garis tumpal aneka corak. Di ujung selendang diberi hiasan renda bangku.
Songket Palembang yang menjadi primadona, memiliki jenis yang paling beragam. Daya tarik songket ini tampil melalui kombinasi warna cerah pada latar kain dan dalam hias ikatnya. Kemudian masih dilengkapi lagi dengan corak pakan yang terbuat dari benang emas.
Motif bunga banyak ditemui pada songket khas Palembang, misalnya motif bunga melati, bunga mawar, bunga tanjung, kembang tabul, kaya sari dan kembang manggis. Sedangkan ragam hias fauna yag biasanya muncul pada songket ini adalah ular, singa bersayap atau garuda, corak-corak ini umumnya tampil pada ragam hias tepi.
Benang emas atau perak yang hadir di antara warna dasar kain membuat penampilan terkesan mewah. Tak heran jika bagi masyarakat Palembang di masa lampau, songket menjadi simbol kekayaan.
Sumber: kompas online
Senin, 29 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar